Buku Laris di Luar Negeri Malah Sedih

Posted on Februari 22, 2008. Filed under: Berita Utama | Tags: , , |

JAKARTA – Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari harus merelakan buku karyanya, Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung, edisi bahasa Inggris ditarik dari peredaran. Kesalahan penerjemahan dari penerbit mengundang reaksi keras dari WHO dan pemerintah Amerika Serikat.“Memang, cukup menyedihkan,” ujar Menkes ditemui dalam rapat koordinasi (rakor) bersama di Kantor Menko Kesra, Jakarta, sore kemarin (21/2). Buku setebal 182 halaman itu diterbitkan Menkes pada Rabu (6/2) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Tulisan yang dianggap kontroversial dari buku Menkes adalah tudingan menteri yang juga dokter ahli jantung itu kepada WHO dan AS. Dalam bukunya yang sudah beredar luas di mancanegara, Siti Fadilah menuding WHO dan AS berkonspirasi untuk mencari keuntungan dari sampel flu burung. Bahkan, ditulis Menkes, ada dugaan penggunaan sampel virus flu burung untuk memproduksi senjata biologi AS.

Padahal, sampel-sampel virus tersebut notebene diambil dari sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Spontan, pemerintah AS merah telinga dan langsung membantah tulisan Menkes itu.

WHO bahkan mengecam pernyataan yang dianggap tak berdasar tersebut. Menurut klaim WHO, Presiden SBY kemudian meminta Menkes segera menarik buku karyanya yang edisi bahasa Inggris tersebut.

Betulkah Menkes menghujat WHO dan AS? Menurut menteri yang akrab disapa Siti itu, reaksi keras WHO dan AS tersebut murni karena kesalahan penerjemahan penerbit. Hanya, kesalahan tersebut lantas mengarah kepada hal-hal yang bersifat krusial, yang mengubah apa yang dikatakan dalam buku tersebut. “Yang saya sampaikan di situ adalah kemungkinan-kemungkinan, karena (penggunaan virus flu burung,Red) memang tidak transparan dan tidak diketahui sama sekali,” ujar Siti.

Selain itu, Menkes menjelaskan bahwa di dalam bukunya tersebut tidak menuding AS memiliki senjata biologi dari virus flu burung. “Di versi bahasa Indonesia hanya menyebut negara, saya tidak tahu darimana asalnya dapat AS,” jelas Siti.

Meskipun bukunya membikin resah pihak internasional, Menkes mengaku tidak kapok untuk kembali mengedarkan buku tersebut ke luar negeri. Dengan tanggapan luas dari mancanegara, menurut Menteri yang suka memberi pernyataan spontan itu, berarti masyarakat internasional menyadari bahwa kasus flu burung harus menjadi perhatian dunia. “Kalau sudah diedit, ya diterbitkan lagi dong,” ujarnya sambil berlalu. (bay)

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

You must be logged in to post a comment.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...